Sejarah Berawal Dari Sini (1)
Salah seorang sahabat meng-upload Photo dgn Titel Nostalgia di profil facebook ku.Dalam photo tersebut berpose sekumpulan anak muda berseragam putih abu-abu berlatar belakang Lukisan terpanjang di tepian Sungai Musi Palembang Sumatera Selatan.Aku kaget dan hampir tak percaya kalau ternyata sahabat tersebut masih menyimpan dengan rapih photo-photo tersebut,tapi ku akui aku sangat senang waktu itu,..Photo-photo ini membangkitkan kembali kenangan tentang suka dan duka perjalanan masa-masa remaja kami yang boleh dikatakan Sejarah kami berawal dari sini...Dari sebuah Sanggar Seni Lukis asuhan Bapak Suharno M.BA yang berlokasi di Pasar Seni Komplek Museum SMB II Palembang.
Sanggar Seni Lukis SETIA didirikan oleh Bp.Abdull Manaf ( Almarhum ) yang merupakan Orang Tua dari Bp.Suharno M.BA.Sebenarnya Sanggar Setia berada di lingkungan rumah Bp.A.Manaf yang beralamat di Jl.Lemabang Palembang.Pada Tahun 1991 atas prakarsa para Seniman yang berkerjasama dengan Pemko dan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Palembang didirikanlah Pasar Seni Palembang yang berlokasi di Komplek Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.Pasar Seni ini didirikan dengan tujuan sebagai tempat berkarya bagi seniman dan memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat Palembang khususnya dan Para Turis baik Domestik maupun mancanegara.Semua pekerja seni yg ada di Palembang berkumpul disini,..mulai dari Seniman Lukis,Patung,Teathre,Musik,Tari,Pengrajin Usaha Kecil,Pengrajin Souvenir, KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) bahkan Kelompok beladiri Kungfu asuhan Pak Yan pun berlokasi di Pasar Seni.
Saya mencoba mengingat2 kembali Pondok-pondok Sanggar yang ada di Pasar Seni...
- Sanggar Setia ( Bp.Suharo M.BA )
- Sanggar Abdullah Saleh ( Alm.)
- Sanggar Ganesha ( Bp.Didik Kamil )
- Sanggar Yusuf Umar ( Alm.)
- Kerajinan Kerang ( Souvenir )
- Sanggar Tari ( Ibu Elly Rudy )
- KPJ ( Kelompok Pengamen Jalanan )
- Teathre Potlot ( Anwar Putra Bayu )
- dll.
Sejarah kayaknya memang berawal dari sini. Sebagai salah seorang yang mengetahui kisah dalam foto tersebut saya turut bisa merasakan atmosfer yang berkembang waktu itu, dimana kreatifitas, persahabatan dan persaudaraan, kompetisi yang sehat, serta keinginan untuk maju bersama menjadi roh yang merasuki anak-anak muda 'kala itoe'.
Dan ternyata sejarah terus bergulir hingga hari ini, walaupun anak-anak muda tersebut tidak diruang dan waktu yang sama namun mereka terus mengukir sejarahnya masing-masing....
Salam hangat buat Ewinwong, dari adik kelas 'waktoe doeloe'.
Pacak dong mintak saran-saran makmano ngeblog yang baek....
jangan pernah lupakan sejarah, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, begitupun dengan orang yang besar adalah orang yang tidak melupakan asalnya darimana alias bukan kacang lupa kulitnya :D